Tuesday, December 13, 2016

Budi Dan Dendam

Bacaan Alkitab : I Samuel 20:13-16 , II Samuel 9:1-13

Di dunia timur , seorang raja dari dinasti baru biasanya akan memusnahkan keturunan dari raja sebelumnya untuk mencegah pemberontakan. Hal ini menyebabkan rasa khawatir dalam diri Yonatan. Yonatan sebenarnya akan menjadi raja setelah Saul. Tetapi sayangnya Tuhan telah menolak Saul dan akan menggantikannya dengan Daud. Hal ini diketahui oleh Yonatan ( I Samuel 23:17 ). Dan Yonatan tidak mengambil sikap melawan Tuhan seperti ayahnya. Bahkan ia mengasihi Daud dan melindunginya.  Dan ia tahu kalau Daud juga mengasihinya.

Akan tetapi ada satu hal yang ia khawatirkan. Yonatan takut kalau Daud menjadi raja ketika ia sudah meninggal maka Daud akan memusnahkan keturunannya. Karena itu ia minta kepada Daud untuk menunjukkan kasihnya kepada dirinya dan keturunannya apabila Daud menjadi raja. Dan Daud menyanggupinya.

Walau dalam perjalanan hidupnya Saul berusaha membunuh Daud , Daud tidak mengingat dan mengungkitnya ketika ia menjadi raja. Yang ia ingat hanya janjinya kepada Yonatan yang dikasihinya. Dan pada akhirnya Mefiboset , anak Yonatan , diangkat Daud sebagai anggota keluarga kerajaan.

Bagaimana dengan kita ? Sebagai manusia kita lebih ingat satu kejelekan orang lain yang membuat kita marah , dendam , dan benci daripada seribu kebaikannya kepada kita. Ingat kasih itu mengalahkan segalanya. Jika kita hanya ingat dengan dendam dan kebencian kita tidak layak untuk Tuhan. Karena kita bukan manusia yang sempurna. Kita juga banyak jeleknya. Mungkin perbuatan kita lebih jahat dari orang yang kita benci. Dan parahnya kita sadar itu , tetapi masih membela diri dengan ucapan klasik :" tapikan dia......

No comments:

Post a Comment